Staf PBB Tewas setelah Kendaraan Diserang di Rafah

Staf PBB tewas dan seorang lagi terluka ketika kendaraan PBB diserang di kota Rafah. Sekretaris jenderal juga menekankan harus ada penyelidikan penuh dan menegaskan seruan untuk gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin.

Serta harus ada pembebasan semua sandera karena konflik di Gaza terus memakan korban baik sipil maupun pekerja kemanusiaan. Media Israel mengatakan berdasarkan penyelidikan awal oleh militer Israel menemukan satu orang staf dari PBB tewas dan seorang lagi tewas.

Kelompok Hamas menyalahkan Israel atas penembakan tersebut dengan mengatakan bahwa Israel menyerang dua warga asing yang sedang melakukan perjalanan menggunakan kendaraan PBB yang terlihat dari penggunaan bendera dan tanda pengenal.

Sekjen Kecam Peristiwa Staf PBB Tewas di Rafah

pihak militer Israel melakukan penyerangan terhadap kendaraan PBB sehingga menyebabkan seorang staf PBB tewas dan seorang lagi luka-luka.

Antonio Guterres selaku Sekretaris Jenderal PBB mengatakan pekerja kemanusiaan harus dilindungi di mana hal tersebut disampaikan pada media sosial X. Beliau mengecam semua serangan ke personil Perserikatan Bangsa-Bangsa dan menegaskan kembali desakan pada gencatan senjata kemanusiaan sesegera mungkin dan pembebasan sandera.

Sebelumnya pasukan Israel melepaskan tembakan ke mobil dengan tanda Perserikatan Bangsa-Bangsa di Rafah, selatan Gaza. Dalam peristiwa tersebut satu orang anggota Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB tewas sementara satu lainnya terluka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan ini merupakan pembunuhan pertama anggota staf asing sejak Israel menyerang Gaza pada Oktober lalu. Kantor media pemerintah Gaza juga mengecam peristiwa staf PBB tewas di kawasan tersebut yang dilakukan oleh Israel.

Dalam pernyataan yang dirilis di aplikasi pesan Telegram, kantor media Gaza menuntut diakhiri genosida perang dan menyalahkan pemerintah Amerika Serikat atas kejahatan perang Israel.

Dalam Konferensi pers, juru bicara Guterres yaitu Farhan Haq mengatakan jumlah staf Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah tewas di Gaza sejak 7 Oktober mencapai 190 orang. Bahkan peristiwa di Rafah dapat dikarakteristikkan sebagai serangan.

Haq menyatakan bahwa staf Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terbunuh dalam mobil terjebak ketika sedang menuju Rumah Sakit Eropa di Rafah. Tentunya sekretaris jenderal juga mengutuk semua serangan terhadap personil PBB dan menyerukan untuk penyelidikan penuh.

PBB Bentuk Tim Pencari Fakta untuk Kasus Ini

Setelah peristiwa staf PBB tewas di Rafah maka pihak Sekjen membentuk tim pencari fakta untuk menyelidiki serangan tersebut. Peristiwa penyerangan kendaraan berlambang PBB oleh pasukan Israel memicu kecaman dari pemimpin internasional dalam waktu singkat.

Menurut juru bicara PBB, dari hasil penyelidikan menunjukkan adanya tembakan fatal berasal dari sebuah tank yang mengenai bagian belakang mobil. Pembicaraan dengan pihak berwenang Israel dilakukan agar bisa mengetahui kondisi saat serangan terjadi.

Staf PBB tewas berasal dari India yaitu Kolonel Vaibhav Kale serta yang terluka berasal dari Yordania di mana sedang dirawat di rumah sakit. Keduanya dipekerjakan di Departemen Keselamatan dan Keamanan PBB.

Namun sampai sekarang tidak disebutkan siapa yang akan bertanggung jawab atas serangan tersebut. Militer Israel mengatakan bahwa pada penyelidikan awal menunjukkan kendaraan tersebut berada dalam zona tempur aktif dan pihaknya tidak mengetahui rutenya.

Namun pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan kendaraan tersebut telah ditandai dengan jelas dan rencana pergerakannya telah diumumkan sebelumnya kepada pihak Israel.

Bahkan juru bicara PBB di Jenewa yaitu Rolando Gomez telah menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memberitahu pihak berwenang mengenai pergerakan semua konvoi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jalur Gaza. Apalagi pengumuman tersebut merupakan prosedur operasi standar sehingga sudah pasti akan dilakukan.

Namun pasukan pertahanan Israel telah mengkonfirmasi bahwa telah menerima laporan dari UNDSS yang mengatakan bahwa ada dua pekerja terluka di daerah Rafah. Sampai saat ini terdapat 71 staf internasional ditempatkan di Gaza di mana 254 pekerja telah terbunuh sejak Oktober lalu.

Adanya Desakan untuk Penyelidikan Penuh

Misi India untuk PBB di New York mengatakan pihak mereka telah menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga staf PBB tewas. Berdasarkan laporan media India, korban adalah mantan anggota tentara India.

Sekretaris Jenderal mengatakan bahwa beliau sangat sedih mengetahui kematian pekerja PBB. Bahkan Sekretaris Jenderal juga mengutuk semua serangan terhadap personil Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mendesak penyelidikan penuh.

Apalagi dalam awal April kemarin, 6 pekerja bantuan internasional dan seorang rekan Palestina dari badan amal pangan internasional World Central Kitchen tewas dalam serangan Israel.

Kematian tersebut juga memicu kemarahan internasional dan IDF telah memecat dua perwira senior atas insiden yang disebutkan sebagai kecelakaan serius. Seperti diketahui bahwa Israel telah melancarkan operasi militer di Jalur Gaza sebagai tanggapan atas serangan Hamas ke Israel Selatan pada 7 Oktober.

Bahkan pihak Israel mengklaim serangan tersebut menewaskan 1200 orang dan 252 lainnya di sandera. Menurut otoritas kesehatan Jalur Gaza, lebih dari 35.090 warga Palestina di Jalur Gaza telah tewas sejak serangan tersebut.

Tidak heran jika ada banyak pihak yang mengecam aksi penyerangan tersebut bahkan sampai saat ini korban terus berjatuhan terutama dari sipil. Apalagi penyerangan yang membuat staf PBB tewas memicu kemarahan internasional.